Hai … namaku Aulia. panggil saja Lhia. Sekarang usiaku sudah menginjak 15 tahun.

Di halaman ini, aku mau cerita tentang pengalaman yang tak terlupakan bagiku, saat mengaji di Masjid dekat rumahku. Saat itu, usiaku mungkin baru 9 atau 10 tahun. Sudah lama sekali, ya? Tapi aku nggak pernah lupa kejadian yang sempat membuat seluruh teman-teman mengajiku berhamburan keluar Masjid.

Penasaran dengan kisahku? silahkan simak Kejadian Nyataku berikut ini!

Siang itu, setelah pulang sekolah, shalat dhuhur, beristirahat sejenak, lalu kemudian shalat Ashar di rumah, Akupun bersiap-siap untuk pergi mengaji di Masjid, yang jaraknya tak cukup jauh dari rumahku.

Setelah kurang lebih 3 menit berlalu, Akupun sampai di halaman Masjid. Aku dan teman-teman lainnya biasa belajar, menulis, dan membaca Al-Qur’an diteras, atau halaman Masjid bagian dalam. Namun bila hujan lebat, kami biasa pindah kedalam Masjid tempat shalat berjamaah untuk membaca Al-Qur’an bersama.

Okey, kembali ke kisah.

Seingatku, saat itu sedang istirahat 30 menit, usai semua teman-teman membaca Al-Qur’an.

Aku, yang saat itu sedang berjalan di halaman Masjid bagian tengah (hanya dibedakan dengan satu anak tangga) melihat seorang lelaki muda yang sedang tidur di teras Masjid. Aku perhatikan, sepertinya, orang itu baru kulihat disekitar sini (artinya Orang Baru).

Dengan santai, dan sandal ceplas ceplos yang sengaja aku hentakkan pelan, aku berjalan disamping lelaki itu. Beberapa detik kemudian, lelaki tersebut terbangun dari tidurnya, dan berjalan kira-kira satu meter dibelakangku.

Karena ada perasaan sedikit takut, Aku mempercepat langkah kakiku, sampai membelok ketempat belajar TK/TPA Masjid, tempatku mengaji tadi. Tasku juga masih ada disana.

Entah apa yang kupikirkan saat itu, aku berlari secepat kilat kebelakang Masjid tempat berwudhu. dan terang saja, setelah Aku sampai dibelakang Masjid, salah satu teman lelakiku yang bernama Ahmad ditangkap, dan dipeluk oleh lelaki tersebut.

Advertisement

Belakangan aku ketahui, ternyata lelaki tersebut mempunyai gangguan mental, atau pada umumnya, biasa disebut Orang Gila.

Semua temanku berhamburan keluar Masjid. Apalagi yang perempuan, termasuk yang guru-gurunya juga.

Bagaimana dengan si Ahmad? Untung saja, tak berapa lama kemudian, ia berhasil lepas dari pelukan Orang Gila itu. Setelah dibantu oleh seorang guru mengaji pria, dan beberapa teman-teman lelaki yang berani maju menolong teman.

Sementara aku? Aku yang bersembunyi dibalik tembok Masjid keluar lewat tembok sebelah (karena bagian selatan tembus kebagian utara Masjid).

Dan ditengah perjalanan singkatku, tepat didepan toilet, Aku bertemu dengan seorang anak perempuan kecil, kira-kira ia baru berumur 4 atau 5 tahun yang juga teman mengajiku. Hanya saja, aku lupa namanya siapa, karena waktu itu, ia termasuk anak baru di TK/TPA. Tapi, untuk lebih akrab, sebut saja nama anak kecil itu Riri.

Disaat dia melihatku, Riri berlari menghampiriku, dan menggenggam tanganku erat-erat. Aku menatapnya penuh iba. Wajahnya yang imut itu, begitu takut dan meringis. “Aku jadi nggak tega, meninggalkannya sendirian disini” lirihku dalam hati.

Akupun mengantar Riri keluar dari Masjid, dan menyuruhnya pulang, setelah kutanyai letak rumahnya, ternyata ia hafal jalannya. Akupun memutuskan untuk pulang ke rumahku dulu, sambil menunggu keadaan sekitar Masjid berubah menjadi normal kembali.

Beberapa menit setelah Aku bermain didekat rumah bersama teman-teman, Akupun kembali ke Masjid untuk mengambil tas Mengajiku, yang masih tertinggal disana.

 

Bagaimana kisahku? Bagus, nggak? mungkin ada diantara kalian yang menganggap kejadian ini biasa, bahkan sebagian dari teman-teman mengajiku yang merasakan sepertiku dulu sudah lupa dengan masa itu.

Tapi nggak apa, lah. Itu memang salah satu kenangan terunik yang kuingat sampai sekarang selama mengaji di Masjid.

 

Okey, sekian dulu, ya!! lain waktu, Insya Allah, aku akan berkisah lagi. Entah itu Fiction atau Tales. tunggu aja deh…

Salam, Resky Aulia Saad… =)

Advertisement