kali ini, aku ingin memceritakan pengalamanku belajar rubik’s. Dengar aa.. Dengaaar… dua tige, cakar kuku… aaa, dengar ceritaku… Hhe, kayak Jarjit aja 🙂

Sekitar 3 bulan yang lalu, mama membelikanku 3 buah rubik’s dengan model yang berbeda-beda. Ada rubik’s cube bergambar, rubik’s mirror, dan yang satunya lagi, aku nggak tau namanya apa. Tapi modelnya panjang, dan bisa diubah-ubah bentuknya.

Awalnya aku dibuat pusing dengan rubik’s bergambar. Maklumlah, itu pertama kali aku memegang rubik’s. Akupun beralih ke model yang panjang. Cukup mudah, menurutku. Aku bisa menyelesaikannya kurang dari 3 menit.

Tapi, setelah aku beralih ke model rubik’s mirror cube, yang setelah diacak modelnya Amburadul, otakku semakin bingung. Didukung rasa penasaran, hari demi hari kupelajari rubik’s mirror itu, sampai aku berhasil memperbaiki 2 barisnya.

Advertisement

Seminggu kemudian, mama membelikanku rubik’s lagi. Kali ini yang model biasa. Rubik’s cube 3×3. Beberapa hari aku mempelajarinya, sampai 2 baris selesai. Tinggallah,, 2 model rubik’s milikku yang ke2 barisnya udah jadi.

Aku berpikir, bagaimana ya, cara menyelesaikan baris-baris terakhir di rubik’s ini? Udah pening rasanya kepalaku ini. Pengen lihat di Youtube, belum ada pulsa modem. Sabar aja, deh!

Kurang lebih, 2 hari kemudian. Udah ada pulsa modem, nih! Saatnya mempermantap belajar rubik’s dengan Youtube…!!

Seharian aku belajar rubik’s 3×3 dan mirror. Dan akhirnya, malam harinya akupun bisa menyelesaikannya. Alhamdulillah…

Sejak saat itu, aku mulai pandai memainkan rubik’s. Mulai dari yang model 3×3 biasa dan bergambar, 4×4 biasa, sampai yang model Void cube (ada lubang ditengah) juga bisa aku taklukkan. Cuma masalah waktunya, yang nggak bisa kurang dari 3 menit. Hah? Tapi aku bersyukur, bisa mahir menyelesaikan rubik’s” itu.

Advertisement